Pentingnya Pola Asuh yang Tepat Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak

Kecerdasan Emosional Anak

Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang pintar dan cerdas. Namun terkadang sebagian orang tua masih belum terlalu memahami bahwa kecerdasan anak bukan hanya sebatas intelektual namun juga mencakup kecerdasan emosional anak dan spiritual.

Kecerdasan intelektual dipengaruhi oleh genetik dan nutrisi yang cukup sedangkan kecerdasan emosional dan spiritual dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk meningkatkan kecerdasan intelektual anak, ibu bisa memberikan susu Nutrilon Royal dari Nutriclub untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Namun orang tua juga tidak boleh hanya fokus pada kecerdasan intelektual karena kecerdasan emosional dan spiritual penting dalam pertumbuhan mental dan emosi anak. Kecerdasan emosional dan spiritual anak yang diasah dan dikembangkan dengan baik dapat membuat anak lebih pintar dalam mengatur emosinya.

Keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi anak. Hanya saja banyak orang tua yang masih belum paham dengan hal ini dan mengenai pola asuh yang tepat untuk membantu perkembangan emosi si kecil.

Pola Asuh Untuk Kecerdasan Emosional Anak

Pola asuh orang tua yang tepat dapat memberikan dan mengajarkan anak untuk mengembangkan sifat mandiri dan juga agar anak mengetahui batasan, panduan dan standar-standar yang harus dipahami dan diikuti. Anak juga akan lebih cenderung dapat menerima pendapat secara verbal dan juga mengeluarkan pendapatnya. Anak juga lebih bisa menerima pengaruh dari orang tua. Berikut beberapa pola asuh untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak yaitu :

  1. Jadi role model

Orang tua tentu merupakan guru pertama bagi si kecil maka dari itu jadilah role model yang baik bagi si kecil agar anak mampu mengendalikan emosinya dengan baik. Lakukan perbuatan yang baik karena anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Orang tua bisa menunjukkan rasa empati atau hal lainnya yang dilakukan sehari-hari.

  1. Ubah mindset

Coba ubahlah mindset menjadi lebih terbuka dan bukan hanya fokus pada kecerdasan intelektual. Cobalah untuk memberikan stimulasi yang seimbang mulai dari kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual agar dapat terbentuk karakter yang positif.

  1. Menjadi pendengar yan baik

Orang tua bisa menjadi pendengar yang baik untuk membentu rasa empati pada anak. Selalu berikan respon dan setia dalam mendengarkan cerita anak. Biarkan anak bercerita tentang apa saja dan buatlah suasana seesantai mungkin agar anak merasa nyaman dan juga didengarkan sehingga nanti bisa menghargai orang di sekitarnya.

  1. Berikan apresiasi

Setiap si kecil melakukan kebaikan, jangan lupa untuk memberikan apresiasi. Jangan ragu untuk mengucapkan terima kasih kepadanya. Ajarkan juga kata tolong dan minta maaf apabila anak ingin meminta tolong atau melakukan kesalahan.

Namun saat si kecil melakukan kesalahan, berikan apresiasi terlebih dahulu namun akhiri dengan memberikan nasehat secara perlahan agar anak tahu perbuatan mana yang benar. Jangan membentak si kecil saat melakukan kesalahan karena dapat berdampak pada kecerdasan emosional anak.

Written by